Dziesiątki tysięcy miejsc pracy pod Wrocławiem. Tajwańczycy wybierają Miękinię
Miękinia pod Wrocławiem została wybrana na lokalizację jednego z najbardziej ambitnych projektów technologicznych ostatnich lat w Polsce. Tajwańskie Stowarzyszenie Producentów Sprzętu...
Google stawia na Kraków. 300 nowych stanowisk pracy w kompleksie Tertium
Google uruchomiło w Krakowie drugie biuro, wzmacniając rolę miasta jako jednego z kluczowych hubów inżynieryjnych koncernu na świecie. Nowa przestrzeń w kompleksie Tertium przy ul. Lublańskiej...
Samorząd Łodzi sięga po parkowanie, by promować krwiodawstwo
Honorowi dawcy krwi oraz przeszczepów w Łodzi zyskają prawo do bezpłatnego parkowania w strefie płatnego parkowania. Radni miejscy przyjęli obywatelski projekt uchwały, którego celem jest...
Kamizelki nożoodporne dla ratowników medycznych trafią do karetek w najbliższych tygodniach
Kamizelki nożo- i szpikulcoodporne dla ratowników medycznych są już zakupione i wchodzą w fazę dystrybucji – poinformowała wiceminister zdrowia Katarzyna Kacperczyk. Jak podkreśliła, stacje...
Szpital Południowy w centrum uwagi. Zarobki lekarza i kolejki dla polityków wywołują systemową reakcję
Minister zdrowia Jolanta Sobierańska-Grenda zapowiedziała systemowe działania po ujawnieniu nieprawidłowości w Szpitalu Południowym w Warszawie. Chodzi m.in. o informacje, że lekarz Dawid...

Merger dan Likuidasi: Strategi Pertamina Rampingkan 31 Anak Usaha

05.07.2026


PT Pertamina (Persero) merampungkan penataan terhadap 31 entitas bisnis hingga akhir semester I 2026, sebagai bagian dari program streamlining dan transformasi berkelanjutan perusahaan. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyebut langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah dan Danantara, dengan sasaran utama penguatan ketahanan energi nasional, peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, serta penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Program penataan tersebut menjadi salah satu prioritas strategis Pertamina untuk memperkuat fokus pada bisnis inti dan membangun daya saing jangka panjang. Perseroan menempuh berbagai aksi korporasi, mulai dari merger, divestasi bisnis noninti, hingga likuidasi entitas nonaktif (dormant) khususnya di sektor hulu migas. Melalui penyederhanaan struktur grup, Pertamina menargetkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, efisien, dan didukung kualitas tata kelola yang lebih baik.

Agung menekankan, meski entitas hulu migas yang dormant tersebut tidak lagi menimbulkan beban biaya operasional maupun remunerasi direksi dan komisaris, Pertamina tetap memilih untuk melikuidasinya guna merapikan struktur Pertamina Group. Penataan ini juga dikaitkan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2026 tentang percepatan program penataan BUMN dan/atau anak usaha BUMN, yang mendorong konsolidasi dan penguatan kinerja perusahaan milik negara.

Menurut Agung, program streamlining tidak berhenti pada restrukturisasi entitas semata, melainkan mencakup transformasi organisasi dan peningkatan keunggulan operasional, termasuk penguatan kualitas tata kelola dan pelayanan publik. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan, dalam menjalankan program ini, perusahaan memastikan seluruh proses dan keputusan mematuhi prinsip tata kelola yang baik. Pertamina juga melibatkan pendampingan penegak hukum dan auditor, serta berkoordinasi dengan Danantara dan serikat pekerja, sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam perampingan struktur grup.