Dziesiątki tysięcy miejsc pracy pod Wrocławiem. Tajwańczycy wybierają Miękinię
Miękinia pod Wrocławiem została wybrana na lokalizację jednego z najbardziej ambitnych projektów technologicznych ostatnich lat w Polsce. Tajwańskie Stowarzyszenie Producentów Sprzętu...
Samorząd Łodzi sięga po parkowanie, by promować krwiodawstwo
Honorowi dawcy krwi oraz przeszczepów w Łodzi zyskają prawo do bezpłatnego parkowania w strefie płatnego parkowania. Radni miejscy przyjęli obywatelski projekt uchwały, którego celem jest...
Okręgowa Izba Lekarska grozi zawiadomieniem ws. promocji alkoholu w Biedronce
Promocje na alkohol w sieci Biedronka znalazły się w centrum ostrego sporu z lekarzami. Okręgowa Izba Lekarska w Szczecinie apeluje do dyskontu o rewizję polityki promocyjnej, wskazując...
Grant rządowy i 200 specjalistów. Toyota buduje centrum B+R IT we Wrocławiu
Toyota Motor Europe oficjalnie uruchomiła we Wrocławiu Toyota Digital Hub – centrum badawczo-rozwojowe usług IT, które ma stać się jednym z kluczowych ośrodków koncernu w obszarze...
Kamizelki nożoodporne dla ratowników medycznych trafią do karetek w najbliższych tygodniach
Kamizelki nożo- i szpikulcoodporne dla ratowników medycznych są już zakupione i wchodzą w fazę dystrybucji – poinformowała wiceminister zdrowia Katarzyna Kacperczyk. Jak podkreśliła, stacje...

PLN Imbau Penggunaan Listrik Legal Usai Ungkap Dugaan Crypto Mining Ilegal

05.07.2026


Ruko yang selama hampir dua tahun tampak kosong di kawasan Perumahan Taman Puri Cendana, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mendadak menjadi sorotan setelah terungkap diduga menjadi lokasi penambangan aset kripto dengan memanfaatkan listrik ilegal. Temuan itu berawal dari kegiatan kerja bakti warga dan penataan bangunan pada Selasa, 30 Juni 2026, yang kemudian berujung pada tindakan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) oleh PT PLN (Persero) ULP Tambun.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat, Darry Giovanno, menjelaskan, laporan warga dan perangkat lingkungan terkait kondisi mencurigakan di ruko tersebut diteruskan kepada petugas PLN yang tengah bertugas di sekitar lokasi. Dalam pemeriksaan, tim P2TL menemukan instalasi kelistrikan yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan aset kripto dengan sambungan listrik ilegal yang terhubung langsung ke jaringan PLN tanpa melalui kWh meter. Di dalam ruko, terdapat sejumlah peralatan kelistrikan, termasuk MCB yang masih tersambung listrik.

Dari lokasi, petugas mendapati 12 unit komputer/server rakitan berdaya tinggi yang terhubung dengan sistem pendingin berkapasitas besar dan masih beroperasi kendati bangunan tampak tidak berpenghuni. Dalam unggahan video di akun Instagram @mudamudi.pc, disebutkan PLN telah membongkar dugaan pencurian listrik untuk aktivitas crypto mining di Bekasi, mengamankan 12 server mining, dan langsung memutus sambungan listrik ilegal. PLN kemudian membawa barang bukti berupa kabel dan sejumlah peralatan ke Kantor PLN ULP Tambun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, kegiatan P2TL PLN tersebut mendapat pengamanan dari Satpamobvit Polres Metro Bekasi dan berangkat dari kecurigaan petugas catat meter atas pemakaian listrik yang tidak sesuai ketentuan. Setelah dipastikan terdapat sambungan listrik ilegal tiga fasa di ruko itu, PLN bersama aparat memutus aliran dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Bekasi. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Levian menyatakan, dugaan aktivitas tambang bitcoin ilegal di lokasi itu masih dalam tahap penyelidikan. PLN menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik dan mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara legal serta melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.